
Pakarena sebagai sistem simbol merupakan proses dialektika budaya; komunikasi angrongguru dengan penari pemusik, penari dengan pemusik, serta angrongguru dengan masyarakat, dalam memahaminya harus ditafsirkan berdasar sistem simbol yang berlaku dalam masyarakat penyangganya. Pakarena sebagai seni pertunjukan, aktualisasinya memberikan makna lapis kedua yang berbeda dengan makna teks nya. ini dikarenakan dalam pertunjukan terlibat pula aspek ruang dan waktu. Persoalan inilah yang menjadi penting dalam pemaknaan seni pertunjukan. Melalui keseluruhan aspek itulah Pakarena memberikan peta dan pemahaman tentang simbol dan nilai ke-Makassar-an, sebagai pengungkapan identitas budaya dalam arti Makassar secara umum sebagai sebuah etnis.