
Para penyair dalam antologi ini mungkin datang dari tempat yang berbeda, tetapi mereka bertemu di satu ruang: bahasa. Melalui bahasa, mereka saling mengirim pesan. Melalui puisi, mereka saling menyapa. Melalui buku ini, kata-kata kembali berlayar dari kampung ke kampung, dari pulau ke pulau, dari satu ingatan ke ingatan yang lain, dari masa lalu menuju masa depan. Dan jika kelak nama-nama mereka perlahan hilang dari peta waktu, semoga kata-kata mereka tidak ikut tenggelam.
Semoga puisi-puisi ini tetap menjadi perahu kecil yang terus bergerak, membawa suara-suara dari seberang kepada siapa pun yang bersedia mendengarkan. Sebab mungkin tidak ada dermaga terakhir bagi puisi. Ia akan terus menyeberang. Ia akan terus mencari manusia yang belum sempat saling menyapa. Dan selama kata-kata masih menyeberang, selama masih ada seseorang yang membaca, selama masih ada satu kampung yang mengingat dan satu pulau yang memanggil, kita akan selalu memiliki jalan untuk pulang, dan jalan untuk saling menemukan. Dari dermaga kata inilah perjalanan itu dimulai.